Fri05242013

Last update07:57:31 PM GMT

Takut Kaum Muslim Syam Merangsek, Penjajah Israel Bangun Tembok Pemisah

Syabab.Com - Penjajah Israel bukan saja telah mencaplok negeri Muslim Palestina, melainkan juga berupaya agar kaum Muslim tidak kembali merebut wilayahnya dengan membuat tembok pemisah.

Baru-baru ini dilaporkan, Israel telah menyelesaikan pembangunan tembok pemisah di perbatasan dengan Lebanon, Menurut sumber keamanan kepada Xinhua tujuan tembok pemisah itu untuk mencegah bentrokan langsung antara tentara Israel dengan warga sipil Lebanon.

Sumber itu mengatakan tim pembangunan Israel menghabiskan waktu lebih dari dari satu bulan untuk membangun tembok itu, yang memiliki tinggi tujuh meter dan total panjang 1.200 meter.

Tahap terakhir pembangunan tembok tersebut diselesaikan pada Sabtu, 9/6/2012, setelah pemasangan alat sensor dan sistem alarm canggih, demikian laporan Xinhua.

Sumber itu menambahkan personel Angkatan Darat Israel memasang di sepanjang tembok tersebut tiang dengan kamera video untuk memantau wilayah perbatasan Lebanon.

Sementara itu, militer Lebanon juga meningkatkan patroli di daerah tersebut, AntaraNews melaporkan.

Demikianlah, penjajah Israel merasa ketakutan ketika kaum Muslim hari ini di bumi Syam mulai bangkit berdiri dan bergerak untuk menggulingkan penguasa korup yang telah menjaga Israel. Israel juga takut, kaum Muslim akan bergerak ke tanah milik umat tersebut. Akhirnya, tembok pemisah pun dibuat untuk menghilangkan segala kemungkinan yang terjadi.

Namun, keberadaan tembok pemisah itu tidak akan lama. Semua akan segera hancur, ketika pasukan Khilafah datang untuk membebaskan Palestina dan mengusir Israel penjajah. Insya Allah, semakin dekat saja. Kini panji-panjinya tengah dikibarkan di seantero dunia. Tak lama lagi. [m/ant/syabab.com]

 

Komentar (0)add comment

Tulis komentar
persempit | perluas
 

busy
Advertisement
Advertisement

Anak Muda

News image

Aku dan Islam

Syabab.Com - “Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa...

Lebih lanjut
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS