Sun05192013

Last update06:49:42 PM GMT

Malaysia Larang Buku Yang Melecehkan Islam, Bagaimana dengan Negeri Muslim Terbesar Indonesia?

Syabab.Com - Departemen Dalam Negeri Malaysia mengeluarkan keputusan yang melarang pencetakan dan penjualan buku yang isinya melecehkan agama Islam dari seorang penulis asal Kanada Pakistan, Irshad Manji, yang baru saja dirilis dengan judul “Tuhan, Kebebasan dan Cinta“.

Buku ini telah memicu gelombang kemarahan yang sangat luas, karena di dalamnya terkandung ide-ide kufur yang bertentangan dengan syariah Islam.

Menurut kantor berita Malaysia “Bernama” bahwa kementerian dalam negeri mengatakan: “Alasan pelarangan ini adalah karena buku tersebut berisi ide-ide kufur yang tidak sesuai dengan nilai-nilai masyarakat Islam Malaysia.”

Kementerian memperingatkan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkannya bahwa siapapun yang melanggar keputusannya, seperti mencetak buku tersebut, membawanya ke  Malaysia, mencoba untuk menjualnya, mendistribusikannya, atau hanya sekedar memiliki dengan tujuan apapun, akan didenda 20 ribu “ringgit”, atau hukuman penjara selama tidak lebih dari 3 tahun, atau keduanya sekaligus.

Kantor berita tersebut mengatakan bahwa seorang pejabat di Departemen Urusan Islam telah menegaskan sebelumnya bahwa untuk penyitaan buku tersebut tidak perlu perintah pengadilan, karena KUHP Islam menetapkan larangan bagi pihak manapun untuk mencetak, mempublikasikan, menerbitkan, menyalin atau mendistribusikan materi apapun yang bertentangan dengan syariah Islam.

Ini bukan buku pertama dari penulis tersebut yang berisi pelecehan terhadap Islam, di mana sebelumnya ia telah mengeluarkan buku-buku lain termasuk sebuah buku berjudul “Kekacauan dalam Islam” yang diterbitkan oleh penerbitan “Israel”, di mana didalamnya menunjukkan kecintaannya pada entitas Zionis. [islammemo/htipress/syabab.com]

Komentar (0)add comment

Tulis komentar
persempit | perluas
 

busy
Advertisement
Advertisement

Anak Muda

News image

Aku dan Islam

Syabab.Com - “Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa...

Lebih lanjut
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS