Syabab.Com - Demokrasi yang senantiasa digembar-gemborkan Barat bohong belaka. Karena itu, sudah tak layak bagi umat ini mempercayai apalagi hingga mengemban ide yang penuh dengan kecacatan itu. Di Swedia, seorang politisi dari Partai Demokrat Swedia dengan tegas melarang Islam di negeri tersebut.
"Larang Islam di Swedia & deportasi mereka yang bertahan mempercayai agama tersebut!" kata Pär Norling, ketua partai Demokrat Swedia di Bollnäs, dalam sebuah wawancara dengan penyiar nasional Sveriges Television (SVT).
Gerakan Resisten Neo-Nazi Swedia (Svenska Motståndsrörelsen) berbaris di kota Swedia pusat Bollnäs awal musim panas ini, setelah kasus perkosaan yang kontroversial telah mengguncang masyarakat.
Pada hari Sabtu mereka berbaris lagi dan protes anti-rasis diadakan di dekatnya.
Demokrat Swedia Norling mengatakan ia tidak menyetujui Nazisme, tetapi pada umumnya menganggap itu merupakan produk sampingan dari imigrasi. Dia juga setuju dengan gerakan neo-nazi bahwa Islam tidak memiliki tempat di Swedia.
“Islam bisa ada di tempat lain, tetapi di Swedia Islam tidak cocok,” katanya kepada SVT, televisi nasional Swedia.
Ketika ditanya apa yang harus dilakukan dengan mereka yang masih ingin percaya pada Islam, meskipun itu dilarang, Norling menjawab: “Maka solusinya adalah deportasi.”
Ini adalah kedua kalinya dalam beberapa hari bahwa politisi Demokrat Swedia telah mendarat diri dalam air panas.
Pada hari Jumat, Demokrat Swedia Sven-Erik Karlsson yang mengomentari pelecehan keluarga Somalia telah menderita di kota Forserum, di Swedia Selatan, mengatakan bahwa semua kota Swedia sebaiknya memiliki geng/kelompok mengganggu pengungsi.
Setelah kehebohan yang diikuti, Karlsson mengundurkan diri dari posisinya pada hari Sabtu.
Demikianlah, kebusukan dan kerusakkan ide-ide Barat yang penuh dengan kebencian telah menikam ide-ide dasar mereka sendiri, yakni kebebasan. Bagi mereka, tidak ada kebebebasan bagi Islam. Bila demikian, masihkah umat di negeri mayoritas Muslim terbesar di dunia ini malah mempercai ide warisan Barat, dan menendang Islam sebagai ide yang mulia?
Sudah saatnya, umat cerdas dengan kembali kepada ajaran Islam, ajaran yang berasal dari Allah Swt, yang mengatur segala aspek kehidupan. Insya Allah, Islam sebagai rahmat lil 'alamin akan semakin terang ketika umat ini hidup kembali di bawah naungan Khilafah. Semakin dekat saja. [m/thelocal.se/htipress/syabab.com]




















