Thu12182014

Last update07:08:34 AM GMT

Keji! Pasukan Assad Bantai Remaja Cilik yang Berteriak Turunkan Rezim, Syuhada Hamzah Simbol Perlawanan Rakyat Suriah

Syabab.Com - Kepala anak muda tersebut bengkak, ungu dan cacat. Tubuhnya dipenuhi dengan bekas luka bakar dan luka peluru yang melukai, bukan membunuh. Lehernya patah, rahangnya hancur dan alat vitalnya dipotong. Ia telah menjadi syhuhada, karena ia melawan rezim berkuasa dan meneriakkannya agar rezim turun.

Pada pekan ke-11 aksi perlawanan rakyat terhadap rezim dukungan Barat Bashar Al-Assad, Suriah kini menemukan simbol revolusi mereka dengan sesuatu yang mengerikan.

Kematian remaja belia Hamzah Ali Al-Khatib yang dibantai pasukan Suriah hingga syahid dari Desa Jeeza, dekat kota Daraa, telah menjadi kekuatan untuk mendorong perlawanan yang lebih kuat terhadap Bashar al-Assad.

Remaja belia tersebut hilang pada 29 April dan tubuhnya diserahkan pada 25 Mei. Menurut kantor berita lokal, Al-Assad telah memerintahkan penyelidikan atas kematian Hamzah dan hukuman berat bagi mereka yang menembak anak laki-laki tiga kali dan tubuhnya dimutilasi.

Hamzah ditangkap di dekat kamp Palestina di Sida dalam perjalanan menuju ke Daraa, membawa makanan dan roti ke kota yang terkepung tersebut. Ia ditangkap karena meneriakkan yel-yel "turunkan rezim" bersama dengan sekelompok demonstran muda. Sisa cerita lainnya masih misteri.

Namun, apa yang diketahui keluarganya ternyata pihak berwenang di kota telah menginformasikan bahwa ibu Hamza untuk membawa jenazah anaknya dari Rumah Sakit Nasional untuk dimakamkan.

"Tubuh jenazah dalam kondisi yang sangat buruk, terdapat tiga lubang besar sejenis peluru khusus ukuran besar yang meledak di dalam tubuh setepah penetrasi. Anak itu ditembak dari tiga arah. Satu peluru sedikit di atas hati," menurut sepupu Hamzah, yang melihat tubuhnya di rumah keluarganya di desa Jeeza.

Memar-memar


Hamzah belia, tubuhnya dipenuhi dengan tanda-tanda biru gelap di seluruh tubuhnya.

Di lehernya ada bekas yang menunjukkan dia dicekik pada tahap tertentu atau seseorang menginjak lehernya ketia ia sedang dalam tahanan.

"Memar-memar lainnya, paling mungkin ia menjadi sasaran pemukulan, menyelimuti tubuh, dan yang paling penting, alat vitalnya dimutilasi untuk alasan yang tidak diketahui," kata sepupunya.

Para analasisi pilitik percaya bahwa Hamzah mungkin setara dengan Mohammad al-Bouazizi di Tunisia yang memicu revolusi Tunisia setelah dia membakar diri dan meninggal akibat luka bakar yang mengerikan, atau Khalid Saeed di Mesir yang dibunuh oleh pasukan keamanan karena alasan insiden di Iskandariyah tahun lalu.

"Apa yang saya bisa katakan pada tahap ini bahwa Hamzah akan menerangi warga jalan kemerdekaan warga Suriah. Dia seperti Bouazizi di Tunisia atau Khalid Saeed di Mesir. Hamzah sangat mirip dengan Muhammad al-Durra dari Palestina, anak muda yang ditembak oleh pasukan Israel ketika ia sedang mencari perlindungan dari ayahnya ketika keduanya dalam perjalanan pulang dari pasar," tulis Saleh al-Saeedi, seorang penulis dan aktivis Yaman.

"Palestina telah menggunakan gambar-gambar Al-Durra untuk memperlihatkan kepada dunia kebrutalan Israel dan menjadi alat yang sangat efektif untuk perlawanan".

Ayah Hamzah Ali Al Khatib, yang bekerja di Kuwait telah diberitahu, menurut kerabat.

"Kami percaya, ia akan kembali dari Kuwait di mana ia bekerja dalam rangka ikut serta dalam pemakaman puteranya. Paling memungkinkan ia ditangkap atas kedatangannya oleh penguasa untuk menegosiasikan urusannya dengan dia," kata sepupu Hamza.

Pihak berwenang tidak mau mengakui tanggung jawab atas kematian Hamzah. Laporan dari forensik, menurut sumber yang dekat dengan pemerintah, tidak mengkonfirmasi adanya penyiksaan. Laporan tersebut menyatakan bahwa peluru yang menewaskan anak laki-laki dari sumber tak dikenal dan memar-memar karena pejabat menjaga tubuh dalam waktu waktu yang lama tanpa penguburan.

Energi Baru Revolusi Suriah

Syahidnya Hamzah cilik telah menyuntikkan energi baru ke dalam sebuah gerakan protes anti rezim. "Semua orang di Damaskus berbicara tentang hal tersebut," kata seorang aktivis di ibukota Suriah.

Di kota Hama, sebuah kota yang berjarak sekitar 116 mil dari sebelah utara ibukota Damaskus, ribuan orang berkerumun dan membawa gambar remaja yang syahid tersebut seraya berteriak, "Hamzah, Hamzah."

Di Aleppo, kota terbesar di Suriah, yang hingga sekarang tidak berpartisipasi dalam protes, orang-orang naik ke atap Sabtu malam, dan meneriakkan yel-yel, "Allahu Akbar, Hamzah, Hamzah".

Di Daraya, di pinggiran kota Damaskus, anak-anak turun ke jalan-jalan pada hari Ahad mengecam penyiksaan remaja Hamzah.

Syuhada Cilik Setara Penghulu Syuhada Hamzah

Sebuah halaman facebook "We are all Hamza Ali al-Khateeb, the Child Martyr" atau "Kita semua Hamza Ali al-Khateeb, Syuhada Cilik," telah diminati lebih dari 40.000 anggota sejak dibuat pada hari Sabtu.

"Tidak ada tempat tersisa di sini bagi rezim setelah apa yang mereka lakukan terhadap Hamzah," satu diantara komentar di halam facebook tersebut. Sementara halaman versi bahasa Inggris telah diikuti oleh lebih dari 3.000 pengikut.

"Penyiksaan adalah biasa di Suriah. Ini bukan sesuatu yang baru atau yang aneh. Yang istimewa bahwa Hamzah berusia 13 tahun. Dia benar-benar seorang anak remaja," kata Razn Zeitouneh, seorang pengacara hak asasi manusia di Damaskus.

"Itulah sebabnya semua rakyat Suriah terkejut, ketika mereka belum memutuskan mereka ingin berpartisipasi atau tidak dalam protes."

Menurut anggota keluarganya saat diwawancari oleh saluran berita Arab, anak belia tersebut berada di antara sekelompok orang yang ditahan ketika ayahnya membawa ia ke sebuah aksi anti-rezim pada 29 April di kota asal mereka Jizaa, semuah komunitas kecil pertanian di selatan dekat kota Daraa.

Anggota keluarga tidak mendengar berita tentang Hamzah sampai hari Rabu, saat pejabat pemerintah Suriah tiba di rumah mereka dan meminta mereka untuk menandatangani dokumen menerima jenazah anak itu dengan syarat bahwa mereka tidak menunjukkan hal tersebut kepada siapapun atau membahas situasi kematiannya.

Mereka memenuhinya, tetapi semua dikejutkan dengan tersebarluasnya tayangan oleh para aktivis yang diunggah di Youtube.

Kamera menyoroti tubuh anak itu, menunjukkan memar, bekas luka dan lubang yang menganga termasuk di bagian alat vitalnya. Seorang laki-laki tak dikenal mengomentari, menggambarkan luka dan menyatakan, "Lihatlah reformasi Bashar yang durhaka!"

Demikianlah, keberanian seorang remaja untuk melawan penguasa dzalim sekalipun nyawa melayang. Sungguh mulai seorang Hamzah cilik dan telah menjadi kebanggan bagi keluarganya. Tidak sia-sia ia menamakan anaknya sebagai Hamzah, karena dia benar-benar telah setera dengan Hamzah, singa umat Islam. Bagaimana dengan para remaja di negeri mayoritas Muslim ini?

“Penghulu syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthallib dan lelaki yang berkata di hadapan seorang penguasa yang zalim, lalu dia memerintahkannya (pada kemakrufan) dan melarangnya (terhadap kemungkaran), kemudian penguasa itu membunuhnya" (HR al-Hakim). [m/gulfnews/washingtonpost/syabab.com]

 

Komentar (0)add comment

Tulis komentar
persempit | perluas
 

busy
Advertisement
Advertisement

Anak Muda

News image

Aku dan Islam

Syabab.Com - “Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa...

Lebih lanjut
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS