Sun05192013

Last update06:49:42 PM GMT

Konferensi Khilafah Internasional di London: Hizbut Tahrir Menawarkan Manifesto Islam Untuk Diterapkan [foto/video]

Get Adobe Flash Player here
  • Prev
  • 1 of 2
  • Next

Syabab.Com - Pada hari Sabtu 30 Juni 2012, delegasi dari seluruh Inggris serta Belanda, Denmark, dan Belgia menghadiri konferensi yang diadakan Hizbut Tahrir di London yang berjudul ‘Pemberontakan Arab: Khilafah - Sebuah Manifesto bagi Perubahan’. Dalam konferensi tersebut, HT meluncurkan dokumen rinci (Khilafah Islam: Sebuah Manifesto bagi Perubahan) yang menggambarkan solusi Islam praktis untuk segera diimplementasikan di dunia Muslim.

Setelah pemberontakan Arab, rakyat menuntut perubahan yang jelas dan mendalam untuk memperbaiki situasi mereka. Perdebatan pada saat ini adalah berkisar pada sistem yang dapat mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat ini seperti contohnya pengangguran, kemiskinan, campur tangan kekuatan Barat, dan kurangnya kesehatan. Meskipun demikian, satu-satunya pilihan yang ada di depan mereka adalah solusi model ekonomi dan politik Barat, terkadang dihiasi dengan terminologi Islam.

Dalam konferensi ini, Hizbut Tahrir menunjukkan bahwa hanya solusi politik Islam lah yang dapat membuka potensi di dunia Muslim dengan menawarkan solusi praktis dan tulus untuk menciptakan Timur Tengah yang independen dan makmur yang bebas dari ketergantungan politik dan ekonomi Barat.

Pembicara pada acara itu adalah Dr Imran Waheed, Dr Abdul Wahid, Taji Mustafa, Chadi Freigeh, Ustadh Kamal Abu Zahra - anggota Hizbut Tahrir - yang menguraikan bagaimana solusi sistem Khilafah dalam masalah ekonomi, sosial dan politik yang merupakan satu-satunya cara untuk memberikan perubahan yang nyata dan mendasar dan masa depan lebih baik bagi rakyat di dunia Muslim.

Para pembicara juga menguraikan pemikiran ekonomi baru bagi dunia Muslim termasuk kebijakan Islam yang memungkinkan pemanfaatan miliaran uang yang dirampas untuk dimanfaatkan bagi masyarakat, pemanfaatan minyak yang luas dan kekayaan mineral bagi rakyat, penghapusan pajak tak langsung, dan pajak kekayaan dan bukan sebagai pendapatan yang karenanya membuat rakyat memiliki daya beli lebih tinggi dan membantu merangsang ekonomi.

Akhirnya, mereka mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk mendukung pekerjaan dalam mendirikan kembali Khilafah di dunia Muslim sebagai perubahan nyata yang diperlukan setelah pemberontakan mulia dari umat Muslim.

Konferensi ini diliput berbagai media. Saluran televisi satelit Press TV memberitakan dengan judul "Aktualisasi Kebangkitan Islam: Hizbut Tahrir Inggris Menyerukan Negara Islam". [hizb.org.uk/htipress/syabab.com]

 

BOX

Mewujudkan Kebangkitan Islam: Hizbut Tahrir Inggris Menyerukan Negara Islam

Organisasi seperti Hizbut Tahrir telah menunggu dengan sabar untuk hari-hari seperti yang mereka saksikan saat ini. Sebagai sebuah organisasi politik yang didirikan 60 tahun lalu, HT menyerukan sebuah negara Islam, dan seorang pemimpin kaum muslimin, yakni seorang khalifah. Mereka percaya bahwa Kebangkitan Islam merupakan seruan dari massa.

Selama tahun kedua, mereka berkumpul untuk membahas revolusi-revolusi yang terjadi, yang sejalan dengan manifesto mereka bagi perubahan.

Pada tahun ini, ada banyak pertanyaan yang diajukan. Adalah wajar bahwa saat ini revolusi-revolusi di Mesir, Tunisia, dan Libya telah membuahkan hasil; muncul pertanyaan-pertanyaan, harapan-harapan dan pendapat-pendapat baru yang berbeda tentang jalan ke depan.

Setidaknya di Barat, peran Islam dalam gerakan-gerakan ini diremehkan atau bahkan disingkirkan. Yang dinamakan ‘ Musim Semi Arab’ bukanlah gerakan Islam. Atau revolusi twitter diciptakan oleh kaum muda sekuler yang menginginkan negara sekuler. Kelompok-kelompok seperti Hizbut Tahrir tidak setuju dengan penilaian seperti itu.

Di negara-negara seperti Mesir dimana Ikhwanul Muslimin telah terpilih untuk berkuasa, tentu terlihat bahwa Islam telah memainkan peran sebagai pilihan rakyat. Tapi reaksi terhadap sikap yang baru diambil oleh presiden yang baru Muhammad Morsi, mengenai militer dan Israel, misalnya, telah membuat terkejut dan memunculkan ketidak setujuan.

Penggulingan para diktator di kawasan itu adalah akhir dari pertempuran yang panjang - tetapi hanyalah awal dari revolusi. Dan jenis perdebatan yang terjadi di sini merupakan indikasi bahwa mereka telah memasuki tahap baru - bukan hanya untuk mengakhiri masa lalu tetapi merumuskan masa depan yang baru. Dan meskipun hanya waktu yang akan membuktikan perubahan seperti apa yang akan benar-benar terjadi, adalah menjadi pengingat bahwa revolusi-revolusi itu hendaklah menyerukan perubahan yang nyata, kemerdekaan dari imperialisme dan kembali ke pemerintahan Islam. Laporan PressTV, 02/7/2012. [htipress/syabab.com]

Lihat Video:

 

JavaScript is disabled!
To display this content, you need a JavaScript capable browser.

Lihat Foto:

Komentar (0)add comment

Tulis komentar
persempit | perluas
 

busy
Advertisement
Advertisement

Anak Muda

News image

Aku dan Islam

Syabab.Com - “Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa...

Lebih lanjut
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS