Thu06202013

Last update11:22:37 AM GMT

Aksi Revolusi Syam Kibarkan Royah Rasulullah Saw di Berbagai Daerah: "Khilafah Tuntutan Kami!" [foto & video]

Get Adobe Flash Player here
Get Adobe Flash Player here
Get Adobe Flash Player here
Get Adobe Flash Player here
  • Prev
  • 1 of 5
  • Next

Syabab.Com - Untuk kesekian kalinya, warga Syam kembali berbondong-bondong memenuhi jalan-jalan usai Sholat Jumat dalam aksi revolusi mereka yang bertema "Jumat Cukuplah Allah sebagai Penolong", Jumat, 15/02/2013. Hari demi hari revolusi Syam semakin menunjukkan arah revolusi mereka, yakni menuju tertegaknya Islam dan Khilafah.

Panji-panji "royatul 'uqob" Rasulullah Saw. terus berkibar menjulang tinggi di berbagai daerah, tempat massa berkumpul. Yel-yel "Rakyat ingin Khilafah Islamiyyah" pun bergema. Di samping membawa panji hitam dan putih bertuliskan "laa ilaaha illallah muhammad rasulullah", mereka juga membawa poster dan spanduk.

Di Aleppo (Halab), di berbagai daerah di kawasan itu massa berkumpul di jalan-jalan sambil menghiasi aksi dengan royah (panji) Rasulullah Saw, royatul uqob.

Di Sukriya, Aleppo, massa meneriakkan yel-yel "Asya'b yurid khilafah islamiyah" (Rakyat ingin Khilafah Islamiyyah). Mereka juga tak henti-hentinya mengatakan, "Laa ilaaha illallah wal khilafah wa'dullah" (Tidak ada tuhan selain Allah, dan Khilafah janji Allah). Bahkan, dalam perjalanan mereka di jalan-jalan, seorang anak kecil memimpin yel-yelan mereka.

Di Idlib, massa mendoakan para mujahidin sambil mengangkap panji-panji hitam bertuliskan kalimah tauhid. Sementara di Kafardiryan, Idlib, sederetan anak-anak dan remaja yang ikut serta dalam aksi revolusi jumat cukuplah Allah sebagai Penolong membentangkan spanduk bertuliskan "Khilafah Tuntutan Kami". Sederetan remaja dan pemuda lainnya mengibarkan royatul 'uqob sambil meneriakkan yel-yel revolusi dan kalimah takbir dan tahlil. Mereka juga membawa spanduk diantaranya bertuliskan "Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah".

Di Kafrnbel, massa membawa poster yang menggambarkan kebijakan intervensi menyebalkan Amerika untuk melindungi kepentingannya di Suriah, yang bertujuan untuk memperlama rezim.

Kibaran panji Khilafah juga berkibar di Yabrud sembari menyanyikan nasyid "Revolusi Kami Revolusi Islam". Panji al-Uqob Rasulullah Saw berkibar juga di tengah-tengah kerumunan massa di Hamaah.

Di daerah Saqba, di pinggirian kota Damaskus, para pengunjuk rasa juga meninggikan royatul 'uqob dalam aksi Jumat cukuplah Allah sebagai penolong. Massa juga tak henti-hetinya meneriakkan "labaik, labaik, labaika ya Allah" di daerah Huran.

Kibaran panji-panji Khilafah juga berkibar di Hims (Homs), termasuk di daerah Khalidiyah.
Di Diyar Zuwar, aksi massa didominasi oleh anak-anak dan remaja yang menelusuri jalan-jalan sambil meneriakkkan yel-yel revolusi. 

Di Binsi, kibaran panji hitam Rasulullah Saw juga mengiringi yel-yel yang diserukan warga "Al-Khilafah tuntutan kami" disambut dengan yel-yel "labaik labaik labaika ya allah". Yel-yel ini semakin memperjelas arah revolusi Syam menuju tegaknya Khilafah. Massa juga berulangkali meneriakkan yel-yel "al-ummah turid khilafah min jadid" (umat ingin khilafah sekali lagi).

Sementara itu di Maarit Musrin, ribuan warga tumpah ruah di jalan-jalan sambil mengangkat al-liwa dan ar-royah, panji-panji Rasulullah Saw. Mereka tidak henti-hentinya meneriakkan yel-yel "laa ilaaha illallah muhammad rasulullah".

Massa juga berkumpul sambil meninggikan panji-panji Rasulullah di Ma'arit An-Na'aman. Sementara di Mayadin, anak-anak dan remaja tak kalah dengan kalangan muda dan tua, ikut serta dalam aksi sambil membawa poster-poster yang berisi pesan-pesan mereka. Kibaran panji-panji ar-royah juga ikut menghiasi dalam aksi mereka.

"Labaik, labaik, labaika ya Allah," juga bergema di Killi, Idlib. Panji royatul 'uqob juga berkibar di tengah-tengah kerumunan massa. Kibaran royah Rasulullah Saw "laa ilaaha ilallah muhammad rasulullah" juga menghiasa massa dalam aksi Jumat cukuplah Allah sebagai Penolong, di Douma, Damaskus.

Di Wadi Barada, warga juga keluar menelusuri jalan-jalan sambil meneriakkan yel-yel revolusi dan meninggikan panji-panji hitam "laa ilaaha ilallah muhammad rasulullah". Pertolongan untuk tempat-tempat

Demikianlah, warga Syam tak kenal lelah dalam perjuangan mereka untuk menegakkan syariah melalui metode Khilafah Islamiyyah. Jumat demi Jumat semakin menegaskan ke mana arah revolusi Syam. Bukan demokrasi atau solusi palsu yang ditawarkan Barat, warga Syam menginginkan Islamiyah, islamiyah, yakni Khilafah Islamiyah.

Tema yang diangkat dalam aksi revolusi dalam tiga jumat terakhir sangat jelas, apa pun yang dilakukan oleh masyarakat internasional, termasuk upaya dialog politik melalui antek-antek Barat seperti dikabarkan media barat tidak mendapat hati dalam benak warga Syam. Warga Syam menyadari untuk mewujudkan kabar gembira dari Rasulullah Saw, menjadikan bumi Syam sebagai pusat negeri Islam.

Jika kaum Muslim di Syam tetap teguh dalam perjuangan untuk mengembalikan kehidupan Islam dan mewujudkan kabar Rasulullah, mewujudkan kembali bumi Syam sebagai pusat negeri Islam, maka sudah selayaknya kaum Muslim di seluruh dunia bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Khilafah yang akan kembali mempersatukan umat di seluruh dunia. Di saat itulah, dunia akan sejahtara di bawah naungannya. Insya Allah, segera! [m/ar/tahrir.syria.revo/syabab.com]

Lihat Foto:

Lihat Video:

JavaScript is disabled!
To display this content, you need a JavaScript capable browser.

JavaScript is disabled!
To display this content, you need a JavaScript capable browser.

JavaScript is disabled!
To display this content, you need a JavaScript capable browser.

JavaScript is disabled!
To display this content, you need a JavaScript capable browser.

Komentar (0)add comment

Tulis komentar
persempit | perluas
 

busy
Advertisement
Advertisement

Anak Muda

News image

Aku dan Islam

Syabab.Com - “Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa...

Lebih lanjut
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS