Tue05212013

Last update11:07:23 AM GMT

Refleksi Sumpah Pemuda, Mahasiswa dan Pelajar Hizbut Tahrir Indonesia: Bangkit dan perjuangkan Islam

Syabab.Com - Para Mahasiswa dan pelajar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengajak elemen mahasiswa dan kepemudaan di Indonesia untuk bergabung mendukung perjuangan syariah Islam. itu disampaikan saat menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Ahad (28/10) Jakarta.

Aktifis Mahasiswa (HTI), Irawan, dalam orasinya menyatakan penyebab kemiskinan, korupsi merajalela, mafia hukum dan pajak serta degradasi moral pemuda negeri ini Karena pendidikan yang sekuler merupakan hasil dari sistem kapitalisme-liberalisme yang diterapkan di negeri ini.

“Ini harusnya diganti dengan sistem Islam,” ujarnya disambut pekikkan takbir dari peserta aksi.

Sebagai seorang muslim, jelas Irawan, kita harusnya bersungguh-sungguh dalam menjalankan islam dalam kehidupan sehari-hari, serta senantiasa bersemangat memperjuangkan Islam. “Memperjuangkan Islam agar dapat diterapkan dalam bingkai khilafah,” tutur mahasiswa Universitas Indonesia.

Selain membawa panji-panji Rasulullah, para peserta juga membawa spanduk bertuliskan Refleksi Sumpah Pemuda 28 oktober 1928 bertajuk Partisipasi Penuh Pemuda Menyongsong kebangkitan Islam.

Aksi serupa juga digelar oleh para pelajar, mahasiswa, dan pemuda di Tugu Kujang Bogor. Ahad siang (28/10/2012), Pemuda dan Mahasiswa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Bogor melakukan aksi longmarch memperingati sumpah pemuda dengan tema “Optimalisasi Peran Pemuda Demi Kebangkitan Islam Untuk Tegaknya Khilafah”.

Aksi yang dimulai dari Balai Kota Bogor hingga Tugu Kujang ini, dihadiri beberapa elemen kampus di antaranya Institute Pertanian Bogor (IPB), Universitas Ibnu Khaldun (UIKA), Universitas Pakuan (UNPAK), El Rahma dan berbagai perguruan tinggi lainnya.

Dalam aksinya mahasiswa menyatakan ada kesalahan mendasar sejak kelahiran Republik Indonesia. Akar masalah dari semua keterpurukan dan kerusakan yang terjadi di negeri ini adalah karena diterapkannya sistem rusak dan korup buatan manusia.

“Sitem itu adalah sekulerisme-kapitalisme yang berbuah nasionalisme. Di mana hal itu merupakan spirit dari tercetusnya Sumpah Pemuda,” tandas Sandi, perwakilan pemuda dan mahasiswa HTI Kota Bogor.

Sekulerisme-kapitalisme yang mendasari bangsa Indonesia hanya melahirkan pemerintahanan koru dan, sistem pendidikan liberal yang hanya dinikmati segelintir orang. Sistem ini pada akhirnya membuahkan generasi yang apatis, apolitis, egois, pragmatis dan cenderung permisif.

“Tawuran, kejahatan seksual seperti seks bebas, penyimpangan orientasi seksual (lesbian, gay, biseksual dan transgender),  budaya kebarat-baratan sangat bertolak belakang dengan identitas yang seharusnya melekat pada pemuda, yaitu sebagai agen perubahan, penggerak harapan dan masa depan bangs,” lanjutnya.

Sedangkan Rizal, mahasiswa dari universitas Ibnu Khaldun Bogor dalam orasinya mengungkapkan bahwa pemuda adalah agent of changes.

“Pemuda harus mengambil peranan dalam perubahan ideologis revolusioner dengan Islam sebagai jalan hidup yang mendunia,” tegasnya.

Begitu pula orasi yang disampaikan oleh Inshany Al Fatah dari pemuda Hizbut Tahrir Indonesia. Ia mengatakan pemuda saat ini bagaikan singa yang tertidur. Di mana penguasa tidak takut lagi dengan para pemuda.

Aksi ini berlangsung tertib, aman dan terkendali. Dalam pernyataan sikapnya, mereka ingin menyatakan kepada semua pihak bahwa perjuangan yang  dilakukannya adalah seruan dan tantangan intelektual tanpa kekerasan.

Sementara itu di Bandung, para pelajar, mahasiswa dan pemuda Hizbut Tahrir Indonesia menggelar aksi longmarch dari Masjid Ukhuwah hingga Jalan Asia-Afrika, Minggu (28/10/2012). Ini dia pernyataan sikap HTI Kota Bandung dalam rangka Hari Sumpah Pemuda.

Pembacaan sikap itu dilakukan di Jalan Asia-Afrika, tepatnya di seberang Masjid Raya Bandung. Pembacaan sikap itu disebut sebagai konferensi terbuka 'Islam: Arus Utama Pergerakan Pemuda'.

Pertama, HTI meminta kembalikan posisi pemuda dan mahasiswa sebagai agent of change yang menjadikan Islam sebagai arus utama perubahan.

"Tinggalkan segala bentuk pemikiran yang merusak seperti liberalisme, sekularisme, sosialisme hingga demokrasi," kata Humas HTI Kota Bandung Asep Kurniawan.

Sikap ketiga adalah tolak sistem demokrasi dan sekularisme karena gagal melahirkan profil pemuda yang bertakwa dan peduli pada umat.

Terakhir, jadikan Islam sebagai ideologi sekaligus menjadikannya sebagai arus utama pergerakan pemuda.

Usai membacakan sikap, satu per satu perwakilan HTI giliran melakukan orasi di lokasi. Mereka menggunakan mobil bak terbuka
sebagai panggung orasi. Di sisi kiri dan kanan massa HTI berbaris menghadap ke jalan sambil memperlihatkan poster berisi berbagai tulisan tentang peringatan Sumpah Pemuda.

Aksi serupa juga digelar oleh para pelajar, mahasiswa dan pemuda Hizbut Tahrir Indonesia di beberapa tempat. Demikianlah, semoga ini menjadi awal dari kebangkitan para pemuda sebagai calon pemimpin masa depan untuk Indonesia yang lebih baik. Insya Allah, sejahtera di bawah naungan Khilafah. Allahu Akbar! [m/mediaumat/islampos/detikbandung/syabab.com]

Komentar (0)add comment

Tulis komentar
persempit | perluas
 

busy
Advertisement
Advertisement

Anak Muda

News image

Aku dan Islam

Syabab.Com - “Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa...

Lebih lanjut
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS