
Syabab.Com - Geliat dunia remaja yang berjumlah 63,4 juta atau sekitar 26,7 persen dari total penduduk Indonesia kian banyak menyita perhatian media. Sayangnya, kabar dari dunia remaja yang mengisi headline media massa justeru didominasi oleh berita miring dan negatif. Kasus kenakalan remaja—yang mengarah pada kriminalitas remaja—dengan berbagai bentuknya tak henti-hentinya menjadi trending topik, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Sudah separah itukah kondisi remaja saat ini?


![Dalam MK Sulut, Ketua Badan Inspektorat Kab Gorontalo Nyatakan Dukung Khilafah [foto] Dalam MK Sulut, Ketua Badan Inspektorat Kab Gorontalo Nyatakan Dukung Khilafah [foto]](http://muslimuda.kalam-upi.org/images/stories/mk-manado/mk-manado-3.jpg)









Syabab.Com - Sobat muda, hari-hari yang menegangkan itu pun tiba. Bukan deg-degan lagi, tetapi sudah hip hip hura atawa hip ihik ihik. Perjuangan selama tiga tahun akhirnya menuai hasilnya. Ada yang senang dan ada pula yang kecewa. Cuma sayang, seperti telah menjadi tradisi tahunan, yang lulus terkadang terlewat batas, dan ketiban gak lulus histeris. Dua sisi yang bertolak belakang. Tetapi inilah gambaran para remaja di negeri ini sebagai buah dari sistem sekularisme yang diterapkan saat ini.
Syabab.Com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) seperti yang peduli terhadap ancaman yang menimpa generasi muda dengan meminta pemerintah untuk proaktif memberikan perlindungan anak-anak dari ideologi menyimpang, terutama pemahaman agama yang radikal. Di waktu yang sama tidak mampu menghentikan perusakkan generasi muda yang sedang berlangung akibat ideologi liberalisme, sekularisme dan kapitalisme yang jelas-jelas telah menghancurkan sebagian besar para remaja hari ini.
Syabab.Com - Bila di negeri ini sebagian para pemuda dan remajanya dijejali dengan lagu-lagu cinta palsu dan penuh kemaksiyatan, di Tunisia lain lagi. Seruan Islam dan pembebasan malah digelorakan secara lantang oleh para pemuda melalui lagu-lagunya. Kecintaan para pemuda terhadap Islam tersebut rupanya mempengauruhi revolusi baru-baru ini. Ini setidaknya terlihat dari sebuah lagu beraliran rap berjudul "Allahu Akbar!" yang dibawakan oleh para pemuda Muslim Tunisia.






