Menurut salah satu situs milik badan Intelijen Zionis, Tech Tbeka yang melansir data sejumlah pejabat militer Israel menyebutkan, kepala intelijen Perancis telah melakukan inspeksi ke perbatasan bekerja sama dengan pasukan Amerika dan Mesir. Kunjungan pejabat keamanan Perancis, Sabtu (19/12) dilakukan menyusul kajian terhadap proyek pembangunan tembok tersebut. Situs ini mengisyaratkan, tembok ini merupakan yang pertama di dunia yang dipersiapkan untuk mengantisipasi penyelundupan bantuan untuk rakyat Gaza melalui terowongan bawah tanah.
Pejabat Perancis tersebut telah memantau secara dekat dan menyaksikan secara langsung pembuatan tembok baja setinggi 18 meter dengan ketebalan sekitar 50 centimeter. Selain itu, pasukan Mesir, Amerika serta Perancis akan memasang alat sensor khusus untuk melaporkan setiap usaha pembobolan tembok tersebut. Mereka juga akan menggali ke dalam tanah untuk meletakan pelat baja dan memasang peralatan laser agar memastikan tidak ada ruang antara panel yang bisa tembus. Sementara untuk kamera pengintai akan dipasang yang tercanggih yang dapat memantau keadaan sekitar di malam hari dan dalam segala cuaca. Menurut situs Zionis ini, pembangunan tembok sepanjang 5,4 kilometer terbentang mulai dari tembok shalahuddin atau Philadelphi sepanjang 14 kilometer. Amerika dan intelijen Prancis percaya keberhasilan dinding ini yang memblokir Jalur Gaza, akan menjadi babak baru dalam memerangi” terorisme “di berbagai daerah di seluruh dunia, ungkapnya
Sekat Nasionalisme
Sadar maupun tidak, sebenarnya faham inilah yang menjadi biang kerok terhadap perpecahan ummat hingga terbukti sekarang ini negeri-negeri muslim disekat-sekat menjadi 50 negara lebih. Atas dasar nasionalisme lah Mesir memblokade Palestina dari dunia luar yang akan memberikan bantuan. Atas dasar nasionalisme lah Penguasa Mesir lebih mementingkan kepentingan negaranya dibandingkan membela kehormatan kaum muslimin. Atas dasar kepentingan nasional mesir tidak mau membela saudaranya dibantai malah menjadi kaki tangan barat. Kalau begitu masihkah kita percaya akan sekat-sekat nasionalisme?
Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, dengan jernih menjelaskan nasionalisme ini dalam bukunya, Nizham al-Islam, beliau membedakan nasionalisme/kebangsaan dengan patriotisme. Meskipun sama-sama lahir dari naluri mempertahankan diri. Dalam patriotisme, perasaan yang dominan adalah upaya untuk mempertahankan diri dari ancaman luar, sementara dalam nasionalisme yang dominan adalah keinginan yang muncul dari kecintaan akan kekuasaan, terutama atas bangsa-bangsa lain. Pada awalnya keinginan mempertahankan diri atau mencintai kekuasaan adalah sah-sah saja. Namun kemudian, ia menjadi berbahaya tatkala dijadikan sebagai ikatan untuk mempersatukan manusia atas dasar ras/etnik sebagai sesuatu yang paling suci dan paling tinggi. Nasionalismelah yang menyebabkan konflik terus-menerus, karena satu nation (bangsa/suku) sering bersaing untuk saling menguasai dan menaklukkan bangsa/suku yang lain. Semangat nasionalisme ini pula yang turut mendompleng ambisi bangsa-bangsa kapitalis untuk melakukan kolonialisasi yang penuh darah atas bangsa-bangsa lain.
Sama halnya nasionalisme yang merusak, patriotisme merupakan ikatan yang lemah, rapuh dan tidak kekal. Pasalnya, patriotisme akan muncul kalau ada ancaman/musuh dari luar. Setelah ancaman/musuh ini hilang, pudarlah ikatan ini; Di beberapa negara patriotisme menjadi senjata ampuh untuk melawan kolonialisme, namun menjadi lumpuh setelah penjajah lenyap.
Dalam pandangan Islam, nasionalisme maupun patriotisme jelas diharamkan. Bahwa umat islam harus mempertahankan dirinya, itu benar. Namun, dorongannya bukanlah nasionalisme/patriotisme, tetapi perintah Allah SWT untuk berjihad. Islam tidak melarang kaum muslim untuk meraih kekuasaan dan memperluas kekuasaan. Namun, kekuasaan dalam islam bukanlah kekuasaan itu sendiri. Tetapi untuk menerapkan syariah di tengah-tengah umat Islam sekaligus menyebarluaskan dakwah Islam ke seluruh dunia.
Ikatan nasionalisme ini semakin jelas keharamannya ketika menjadi tujuan tertinggi dan mengalahkan ikatan akidah islam. Dalam islam, ikatan tertinggi yang menyatukan manusia adalah akidah islam. Dengan tegas Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya kaum mukmin itu bersaudara" (TQS al-Hujurat [49] : 10).
Artinya, bangsa atau etnis manapun, selama ia mukmin, adalah saling bersaudara.
Terkait dengan keharaman faham nasionalisme ini, Rasulullah saw juga telah menegaskan dalam sabda beliau berikut:
"Bukan termasuk Ummatku orang yang mengajak pada Ashabiyah, dan bukan termasuk ummatku orang yang berperang atas dasar Ashabiyah, dan bukan termasuk ummatku orang yang mati atas dasar Ashabiyah." (HR.Abu Dawud).
Itu berarti Islam tidak kenal dengan yang namanya nasionalisme, maksudnya itu tidak diajarkan oleh Islam bahkan harus dijauhi, haram untuk diperjuangkan. Paham seperti ini dalam al-quran dikenal dengan ashabiyah. Rasulullah mempersatukan kaum muhajirin dan anshor dengan satu landasan yaitu akidah Islamiyah. Bukan karena landasan nasionalisme atau yg lainnya. Rasulullah mengumpamakan kita seperti satu tubuh yang saling melengkapi satu sama lain.
Ikatan nasionalisme sesungguhnya telah memecah belah umat islam dalam negara bangsa (nation state) yang berbeda- beda. Padahal, sebelum itu mereka dipersatukan selama berabad-abad dalam wadah Daulah Islamiyah. Sepertinya sikap mementingkan keselamatan bangsa sendiri ini akan menyelamatkan. Nyatanya tidak. Tindakan seperti itu justru akan memperkuat penjajah kapitalis seperti AS untuk memperluas penjajahannya. Diamnya umat islam karena lebih mendahulukan kepentingan bangsanya membuat AS secara leluasa menyerang negeri-negeri Islam dulu hingga sekarang seperti Afganistan dan Irak sekaligus mendukung Israel menyerang Palestina.
Ikatan yang mengikat mereka adalah ikatan ideologi bukan ikatan nasionalisme. Oleh karena itu maka sudah saatnya kaum muslim pada umumnya dan para pemuda berjuang menegakkan syariah dan khilafah sebagai upaya untuk membebaskan kaum muslim dari penjajah. [can/syabab.com]

ditulis oleh Mr.Nunusaku , 11 January 2010
KASIHAN ISLAM SAJA SESAMA ISLAM GAK BISA BERSATU, BAGAIMANA DAPAT MELAWAN ZIONIS NEGARA KECIL YANG DIKELILINGI ARAB MALAHAN ZIONIS LEBIH KUAT DALAM SEGALA HAL. SEDANG ISLAM DALAM BANYAK KELEMAHAN DAN TETAP DALAM KEBODOHAN OLEH KARENA QURAN CIPTAN MANUSIA PALSU YANG MENGANGGAP DIRI SAMA DENGAN TUHAN.
Dan sekarang tembok baja dibangun dimesir memisah sesama muslim ini tandanya islam dalam proses kehancuran sesesam muslim
dan ini berarti kemenangan berada didalam kekuasan zionis dengan membuktikan tembok baja sedang dibangun di Mesir berarti kestuan islam Muhammad di abik-abik oleh zionis,perancis dan Amerika,,,,sedangkan Allah SWT tetap tidak berfungsi karena Allah SWT tidak dapat dibuktikan apa dia ada....????
Kalau tidak dapat dibuktikan, berarti Allh SWT itu buatan manusia cabul Muhammad yang muslim tetap beriman tanpa rasa takut...,karena ancaman Muhammad api neraka kepala muslim bisa terlepas dari lehernya. Ini pencucian otak muslim agar tidak dibodohi oleh bangsa Arab..,, penjajahan terselubung islam


![Dalam MK Sulut, Ketua Badan Inspektorat Kab Gorontalo Nyatakan Dukung Khilafah [foto] Dalam MK Sulut, Ketua Badan Inspektorat Kab Gorontalo Nyatakan Dukung Khilafah [foto]](http://syabab.com/images/resized/images/resized/images/stories/mk-manado/mk-manado-3_430_250_185_120.jpg)
















