Sun05192013

Last update06:49:42 PM GMT

Rejim AS Berusaha Melanggengkan Keberhasilan Tragedi Rajab

Syabab.Com - Tanggal 28 Rajab 1342 H atau bertepatan dengan 3 Maret 1924 M, mengingatkan umat Islam tentang keberhasilan Rejim Inggris dan Rejim Perancis menghancurkan Daulah Khilafah. Mereka dari dulu tanpa jemu-jemu berusaha untuk menghancurkan institusi pemersatu kaum Muslim sedunia tersebut. Akhirnya dengan berbagai cara yang mereka tempuh telah berhasil melenyapkan Khilafah.

Usaha mereka dimulai dengan perang kebudayaan (ghazwuts tsaqafah), diikuti dengan serangan missionaris (ghazwut tabsyiriyyah), barulah diteruskan dengan perang yang sesungguhnya secara fisik melalui berbagai penjajahan di negeri-negeri Muslim. Dengan memperalat para misionaris Kristen, gerakan Zionis dan juga agen baru mereka yaitu Mustafa Kemal sang pengkhianat umat, maka Daulah Khilafah berhasil dihancurkan.

Setelah Daulah Islam berhasil dihancurkan, mereka tidak berhenti sampai di sini, mereka malah terus berusaha untuk memasikan kelestarian keberhasilan mereka ini dengan berbagai program pembaratan (westernation). Hasilnya mereka berhasil memecah belah masyarakat Turki kepada 3 bagian, yaitu:

  1. Golongan tentara, yakni mereka yang menjaga keluhuran sistem sekular;
  2. Golongan para politisi, mayoritas mencintai Islam, tetapi terpaksa mengakui pandangan umum tentang sekularisme dan ditekan oleh tentara;
  3. Golongan rakyat, yang kebanyakan dari mereka sudah menyadari kemuliaan mereka hanya dapat dicapai dengan Islam bukannya dengan sekularisme. Golongan ini sejak awal telah menyerahkan mandat mereka kepada para politisi partai yang cenderung kepada Islam.

Namun demikian, peristiwa yang terjadi di Negara Sekular Turki tak dapat dipisahkan secara langsung dengan peranan negara Barat yang telah menghancurkan Khilafah terlebih dahulu. Selepas perang dunia kedua, rejim Amerika Serikat mendominasi dunia dan meninggalkan rejim Inggris Raya di tangga kedua super power dunia. Dari sini, tibalah giliran AS untuk mengambil alih tugas-tugas durjana membasmi kebangkitan Islam di Turki.

Berita berbahasa Turki menyebutkan tentang usaha rejim AS untuk menjatuhkan masyarakat Turki dari Islam dan menggantikannya dengan Kristen. Sebagaimana surat kabar berbahasa Turki, Jeims Glas, begitu juga Penasihat Diplomatik AS dalam sebuah ceramahanya di Yayasan Washington mengatakan, "hingga kini Pemerintah AS tidak melepaskan Turki secara sepenuhnya".

Menurutnya walapun hasil dari poling yang dilakukan oleh Yayasan Piyo menyebutkan, bahwa masyarakat Turki memiliki pandangan negatif terhadap rejim AS, namun hal ini bukanlah bermakna pemerintah AS telah meninggalkan Turki. Memang beberapa waktu yang lalu Yayasan Piyo melakukan poling yang hasilnya mayoritas masyarakat Turki membenci Rejim AS dan Bush.  Namun ingatlah bahwa ada gerakan Islam yang sungguh-sungguh menyeru penyatuan kembali negeri-negeri kaum Muslim yang terpecah belah akibat kebijakan devide and rule oleh rejim penjajah dulu. Sekularisme pasti akan hancur serta Khilafah pasti berdiri pada suatu saat nanti, sebagaimana janji Allah dan Rasul-Nya. [f/myk/syabab.com]

Komentar (1)add comment
0
Konspirasi Dajjal & Yahudi
ditulis oleh Dwiyanto P. (nama pena : Abu Ahmad 'Aziz) , 01 December 2009

Ass.wr.wb.
Seperti kita ketahui mereka [Ahlul Kitab = Dajjal (Nashrani)&Yahudi)]
sesuai Al Quran memang ingin menjadikan Kaum Muslimin murtad atau setidaknya mengikuti gaya hidup mereka.
Oleh karenanya mereka membuat Konspirasi.....pada hakikatnya otak dari perbuatan ini adalah Yahudi, mereka ingin menguasai dunia, karena merasa selama berabad-abad selalu bernasib malang, dibantai, didiskriminasi, dll. Untuk itu mereka bangkit dengan bekal pernyataan lama yang sudah tidak berlaku bagi mereka karena selalu melanggar Hukum Allah : " bangsa pilihan Tuhan ". Mereka berhasil menaklukkan Nashrani !! melelui sistem perbankan (ekonomi) Eropa dan AS dan menjajah (menginvasi) bangsa-bangsa lain dihampir 99% tanah dunia ini.......!!!
Sebenarnya peristiwa paling "genting" dalam Sejarah umat Islam adalah bukan peristiwa Pembubaran Khilafah Rajab 1342 H, namun pendudukan Jerusalem (Palestina) pada 9 Desember 1917 M oleh pasukan Dajjal Britania (Inggris) pimp. Sir Edmund Allenby dan juga pendudukan kota Baghdad (bekas ibukota Khilafah) pada Maret 1917 M oleh Britania pula.....namun Allah masih melindungi 2 kota suci Haramayn Makkah dan Madinah......Subhanallah
Tambahan :
Menurut saya Khilafah memang sudah bubar, namun ada "penjabat Khalifah" yang melanjutkannya ! yaitu Kerajaan 'Arab Saudi, meskipun mereka tidak pernah menggunakan istilah Khalifah.
Ketika pembubaran 3 Maret 1924 M, pada bulan Oktober 1924 M, Hussayn bin 'Ali (raja Hijaz) mengkalim sebagai Khalifah, kemudian dilanjutkan puteranya 'Ali bin Hussayn hingga 1925 M pada saat raja 'Abdul 'Aziz (Ibin Sa'ud) merebut kekuasaan atas Hijaz (Haramayn) dan seluruh Jazirah 'Arabia ! Maka menurut saya "Khilafah masih eksis" secara tidak resmi.....Saya ingin menyerukan agar OIC (OKI) atau Organisasi Konferensi Islam dapat ditingkatkan setara PBB dengan kemampuan mengirim pasukan untuk melindungi Negara-negara Muslim sehingga fungsi Khilafah setidaknya bisa diciptakan secara nyata......

Wassalam,

Abu Ahmad 'Aziz

report abuse
vote down
vote up

Votes: +1


Tulis komentar
persempit | perluas
 

busy
Advertisement
Advertisement

Anak Muda

News image

Aku dan Islam

Syabab.Com - “Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa...

Lebih lanjut
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS