Fri05242013

Last update07:57:31 PM GMT

Noda Paskibra, Bukti Kegagalan Pembinaan Sistem Sekuler

Syabab.Com - Memalukan, demikian realitas anak negeri ini akibat sekularisme yang telah mencengkram mereka. Baru-baru ini, menjelang peringatan Kemerdekaan negeri ini, terungkap potret keborokan sebagian pelajar. Mungkin menjadi Paskibra menjadi kebanggaan sebagian pelajar di negeri ini. Tetapi apa yang harus dibanggakan ketika realitas noda paskibra tersingkap. Baru-baru ini terungkap adanya tindakan pelecehan seksual dan kekerasan yang menimpa para pelajar dalam paskibra oleh senior terhadap yuniornya.

Di dalam sistem sekuler--pemisahan islam dari hidup--, peluang perusakkan generasi sangat rentan. Bahkan hal itu terjadi terkadang tersistemetis. Fakta terkait hal ini dapat dilihat di dunia nyata.

Sebut saja, Paskibra, yang dianggap sebagai kelompok elit pengibar bendera, tetapi malah miskin moral. Senioritas memang ciri yang sangat melekat dalam perhimpunan pengibar bendera ini.

Atas nama kedisiplinan dan ketundukan kepada senior, para yunior terjajah hak-haknya untuk dipaksa mengikuti apa pun yang disuruh seniornya. Tanpa pengawasan dari pihak berwenang, tentu hal tersebut sangat berpotensi untuk melakukan tidakan amoral. Terlebih lagi, kerusakkan moral generasi muda hari berada pada titik nadhir yang sangat memprihatinkan.

Ini terbukti, seperti diberitakan oleh beberapa media, diduga selama proses pelatihan dan seleksi tim paskibra DKI Jakarta di Depok, senior melakukan tindakan pelecehan terhadap yuniornya.

Beberapa orang senior dalam Paskibraka wilayah DKI Jakarta, yang sedang dalam tugas melatih serta mengospek Paskibraka Junior Wilayah DKI, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap Junior Wanita.

Mereka, para Paskibraka senior didatangi para orang tua dari Paskibraka yunior wanita tersebut dan memarahi serta memprotes mereka. Para orang tua menyesalkan adanya tindakan yang tidak terpuji serta pelecehan yang dilakukan para senior tersebut.

Pada saat berada di rumah pelatihan Paskibraka di daerah Cibubur, para Paskibraka Junior wanita mengaku disuruh telanjang dari kamar ke tempat mandi dan ini selalu dilakukan selama pembinaan yang dilakukan pada bulan Juli 2010 lalu. "Ini yang kami takutkan melanggar moral," ujar A. Ritonga, salah seorang ortu tim paskibra yunior.

Tentu saja, para orang tua yang puterinya baru saja dilantik memprotes keras atas tindakan anarkis para senior paskibra itu. Hal ini dipicu oleh tindakan pelecehan seksual dan kekerasan paskibra senior terhadap yuniornya.

Perusakkan Generasi Menyusup di Sekolah

Ini baru yang terungkap oleh media, yang tidak terungkap bisa jadi lebih banyak lagi hal-hal yang dapat mengancam generasi negeri ini.

Memang, Paskibra sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah seringkali menuia masalah, terutama bagi generasi puteri Muslim. Atas nama keseragaman, para pelajar puteri Paskibra yang berkerudung dipaksa untuk melepaskan kerudungnya.

Beberapa tahun lalu, di Kediri, Kepala Dinas Pendidikan setempat mengakui telah meminta lima siswi MAN 3 Kota Kediri untuk melepaskan jilbab saat mengikuti seleksi Paskibra dengan alasan keseragaman.

Kadiknas Maki Ali menjelaskan, ketentuan melepaskan jilbab tersebut sudah menjadi ketentuan yang ditetapkan panitia penjaringan pusat.

"Bagaimana lagi wong aturannya demikian. Pelepasan jilbab itu untuk menjaga keseragaman penampilan pasukan pengawal bendera," ujar Maki Ali (detikNews, 2/5/2007).

Bukan hanya dalam pengibaran bendera saja, dalam beberapa perlombaan, Paskibra terkadang memaksa generasi Muslimah melepaskan kerudungnya, sehingga mereka harus mengumbar aurat. Semuanya atas nama keseragaman. Padahal, menutup aurat sudah menjadi kewajiban sebagai bentuk ketaatan seorang Muslimah terhadap perintah Sang Pencipta negeri ini.

Kasus lainnya, ketika para anggota tersebut terdiri dari putera dan puteri, campur baur atau ikhtilath kerap kali mewarnai. Inilah sekali lagi bukti, sistem sekularisme, yakni pemisahan Islam dari kehidupan telah menyebabkan generasi Muda Muslim terancam. Kegagalan pembinaan tersebut telah terbukti menuai perilaku tak bermoral.

Hari ini, kita menyadari serangan untuk merusak generasi muda Muslim terus menerus terjadi. Bila dibiarkan, maka tinggal menunggu waktu saja akan kehancuran negeri ini.

Berbeda halnya, bila sistem Islam menjadi landasan kehidupan, maka tidak akan ada pelecehan seksual dan kekerasan yang menimpa generasi. Tidak seperti dalam sistem sekuler, generasi berani berdosa hanya untuk keseragaman.

Sudah saatya, kaum Muslim menyelamatkan generasi muda mereka dengan Islam saja. Karena hanya dengan pembinaan secara Islam, maka perbuatan nista tersebut tak akan terjadi. Demikian juga, para pemegang kebijakan dan orang tua sudah sepatutnya kembali kepada tatanan Islam. [far/rcti/okezn/dtk/syabab.com]

Komentar (11)add comment
0
saran
ditulis oleh dika , 18 August 2010

wah kalo ini kejadiannya perlu ada tindakan tegas. seandainya kewajiban beragama menurut kepercayaan masing 2 dan bial perlu dibuat perda ....sangat mungkin negara akan menjadi kuat contoh orang islam diwajibkan untuk sholat ,dilarang minum khamr.u/ wanita diwajibkan mengenakan jilbab. ya hanya untuk orang islam saja untuk agama lain tidak perlu ..ex lagi : orang kristen diwajibkan untuk kebaktian pada hari minggu boleh saja .
orang islam dilarang makan babi .lo orang kristen atau agama lain membolehkan ya silakan saja. saya yakin agama akan menjadi kuat tapi lo semua atas dasar sekulerisme..demokratis maka semua itu akan merugikan orang islam yang mayoritas di indonesia ini..karean kewajiban orang islam pegang teguh al qur'an dan as sunnah .gimana orang islam akan maju wong selalu dibatasi ....

report abuse
vote down
vote up

Votes: -1

0
merinding saya
ditulis oleh ray , 21 August 2010

hem...... merinding saya, bc artikel ini, hem............ hem...... inikah yg katanya para pelajar yg kan mengharumkan citra bangsa pa lagi di momen yg katanya memperingati hr kemerdekaan? kemerdekaannya sapa?
report abuse
vote down
vote up

Votes: +0

0
Kekerasan Akibat Penafsiran Pakaian Seragam
ditulis oleh febriosw , 30 August 2010

Saya menilai kekerasan2 seperti ini di Indonesia dipicu keberadaan pakaian seragam. Pakaian seragam -apalagi dengan pangkat di pundah- membuat pemakainya arogan. Meskipun tidak semuanya. Tapi seperti itulah kiranya nuansa hati para pemakai pakaian seragam. Maksudnya, mereka yang berpakaian seragam relatif lebih hangat dadanya.
report abuse
vote down
vote up

Votes: +0

0
Penafsiran Pakaian Seragam
ditulis oleh febriosw , 30 August 2010

Sepertinya sumber kekerasan ada pada dada yang hangat. Dada hangat dipicu penggunaan pakaian seragam dan pangkat di pundak.
report abuse
vote down
vote up

Votes: +0

0
parah banget deh
ditulis oleh Mr.SF , 31 August 2010

istighfar dah. Kita hidup ini jangan terlalu bebas. Ada 'rules' yang harus ditaati. Ada hukum tuhan, ada akhirat. Waduh kalau seenaknya seperti ini mau dibawa ke mana moral bangsa ini. Senior akan menjadi panutan, junior menghormati senior. Kita saling membantu untuk hal-hal yang baik-baik gito loh,bukannya yang seperti itu.

"Just Follow The Right Rules, You and Me Will Be Save Insya Allah......"
"Peace Aja Dech Gw Mah"

Hamba Allah
Di bumi yang fana ini.

report abuse
vote down
vote up

Votes: +0

0
Bubarin aja
ditulis oleh abbas , 04 October 2010

BUBARIN aja paskibraka itu......!!!!!!
ga da gunanya.. malah berbahaya bagi kaum hawa....

report abuse
vote down
vote up

Votes: +0

0
Bubarkan saja
ditulis oleh syaiful , 14 May 2011

tidak perlu dikirim paskibra dari daerah cukup saja dari Jakarta dan kalau perlu dibubarkan. cukup Bapak bapak Polisi dan Bapak TNI saja petugasnya.
report abuse
vote down
vote up

Votes: +1

0
...
ditulis oleh Ivan , 21 July 2011

Noda Paskibra, Bukti Kegagalan Pembinaan Sistem Sekuler? Sebelum mengerti betul soal Paskibra, Anda seharusnya tidak menulis judul seenaknya seperti itu! Tragedi seperti itu memang sangat ironis, tapi kebanyakan tidak seperti itu. Saya sendiri pernah menjadi Paskibraka namun tidak ada satupun yang mengalami seperti itu, lebih-lebih memakai embel-embel sekuler. Apa Anda tahu, saat kami diklat paskibra, setiap maghrib seusai shalat kami selalu mengaji. Sewaktu mendengar Adzan kami langsung berhenti latihan, menundukkan kepala, dan berdiam diri sampai adzan usai untuk menghormati muadzin dan mengikuti bacaan azan, lalu kami langsung berangkat ke Masjid untuk shalat. setelah shalat, tempat wudhu dan wc masjid langsung dibersihkan. Sebelum makan, minum, tidur, kami selalu berdoa. Ketika ada orang lewat kami langsung menyapa. Menghormati bendera pun dilarang terlalu berlebihan karena khawatir musyrik. Kami juga suka mengadakan buka puasa bersama. Bahkan senior kami yang beragama Kristen jadi masuk Islam karena lingkungan Paskibra kami yang islami, dan jauh dari sekulerisme. Jadi jangan sembarangan Anda menuduh Paskibra sekuler karena sebab-sebab seperti itu!
report abuse
vote down
vote up

Votes: +1

0
Paskibra emang sekuler!
ditulis oleh asep mantan paskibra , 22 July 2011

Sodara Ivan, semestinya sodara mengerti apa yang dimaksud sekuler... Sekularisme adalah paham pemisahan agama dari kehidupan (fashluddin anil-hayah)...

Memang benar, di beberapa hal, Paskibra menghentikan aktivitas latihan ketika adzhan dan sholat bersama... Ini hanya tuntutan Ketuhanan yang maha Esa, sebatas ritual saja, ....

Sementara pada waktu yang sama, anak2 Paskibra perempuan lupa dengan aturan ISLAM dalam berpakaian.... Beberapa anak2 terpaksa MELEPASKAN pakaian MUSLIMAHNYA hanya untuk kekompakkan. Selain itu, budaya SELANG SEKAR, campur aduk laki dan perempuan, bahkan di beberapa tempat, sampai ada makan berpasang2an ini merupakan polah hidup yang tidak ISLAMI... Aturan ISLAM menggariskan bahwa hukum asal pergaulan laki-laki dan perempuan adalah terpisah, dilarang khalwat, dan dilarang ikhtilath...

Belum lagi kebatilan2 lainnya, seperti pengagungan terhadap ide NASIONALISME, padahal Rasulullah telah melarang sikap ASHOBIYYAH (bangga atas bangsa/nasionalisme, dll)... bahkan bukan termasuk umat beliau siapa saja yang MENYERU, membela dan mati membela ashobiyya...

Inilah realitasi

report abuse
vote down
vote up

Votes: +3

0
APA BEDANYA DENGAN BINATANG
ditulis oleh Iwan S , 15 October 2011

TIDAK ADA KETAATAN PADA MAHLUK KALAU UNTUK BERMAKSIAT KEPADA ALLOH SWT. JIKA MANUSIA TELAH MENGUMBAR NAFSU NYA MAKA ALLOH SUDAH MEMBERI GELAR BAGI MEREKA SEPERTI BINATANG TERNAK BAHKAN LEBIH HINA LAGI. AYO SAUDARAKU MUSLIM, KEMBALI KEPADA ALLOH DAN ROSUL NYA AGAR SELAMAT DUNIA AKHIRAT
report abuse
vote down
vote up

Votes: +0

0
Paskibra g trllu ngaruh
ditulis oleh Sheget cinta Allah , 10 April 2013

Daripada akhi2 pada sibuk ngurusin paskibra yang kalo di bubarin g banyak ngaruh buat generasi muda, mnding akhi2 ingetin tuh anak2 punk dijalanan, atau anak2 sekolah yg pada jadi ahli hisap(ngrokok) tanpa malu d tempat umum. Ana yakin mereka g punya aqidah yg bener. Kalo mau benerin paskibra tinggal diskusi ma pemerintah saja seluruh paski wanita muslim d indonesia wajib berkerudung, beres to. sekalin tuh Polwan n Kowad. Perasaan di level apparat ini juga ga pernah liat ada perempuanny yg berkerudung, kecali cara tertentu. Jd jangan terlalu menggebulah ngurusin salahnya paskibra. kalo emang peduli diskusi pelan2 n usul ke pmerintah insyallah ada jalan. Toh masih banyak hal positif yg bisa muncul dr kegiatan paskibra. Kalo kasus diatas komentar ne bukan hanya bisa terjadi di corps. Paskibra, tp di segla lembaga yg menggunakan senior n junioritas dn menggunakan sistim diklat, digaris bawahi ya. di Prmuka, Osis, PMR, PKS, Pencita alam dan eskul lainnya berpotensi kejadian srpti ini. Yah kira2 begitulah, kalo ente2 pada mau negera ini maju dengan Islam. Harus mengurangi kaum Muslim KTP (yg jarang sholat) dulu sbelum merubah sistim, hukum, undang2, bahkan ideologi bangsa. Kalo yg rajin sholat lebih sedikit? yah berdoa saja Allah SWT menolong diri kita dan keluarga dari kenistaan bangsa Indonesia yg entah harus dicintai atau tidak smilies/smiley.gif
report abuse
vote down
vote up

Votes: +0


Tulis komentar
persempit | perluas
 

busy
Advertisement
Advertisement

Anak Muda

News image

Aku dan Islam

Syabab.Com - “Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa...

Lebih lanjut
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS