Pintu Rezeki Menurut Ajaran Agama Islam

quote tentang rezeki

Pengertian rezeki menurut persepsi banyak orang pada umumnya, yakni tentang uang yang didapatkan melalui usaha ataupun kerja keras secara optimal. Padahal, hal tersebut justru salah satu cara dari beberapa di antara jalan untuk bisa mendapatkan yang namanya rezeki.

Tidak jarang, sebagian orang kadang pernah marah dan melakukan khilaf terhadap Allah. Sebagian orang juga banyak yang beranggapan bahwa setiap doa yang sudah dipanjatkan serta Ikhtiar dilkukan setiap malam salah satu tindakan yang percuma, sebab Allah sendiri sama sekali tidak memberi uang banyak kepada kita.

Bentuk kesehatan pada diri kita, kebiasaan dalam berjalan, bisa menghirup udara segar, Hal ini baru sebagian dari banyak rezeki yang diberikan oleh Allah kepada kita. Semua itu Allah anugerahkan khusus untuk kita dan memang seharusnya untuk kamu syukuri pemberiannya. 

Mempunyai keluarga yang damai, mempunyai suami atau istri yang baik, serta mempunyai buah hati pun adalah wujud dari rezeki yang sudah diberikan oleh Allah kepada kita hamba-nya. Agar sahabat tidak kebingung mengenai pintu rezeki menurut ajaran Islam, sebaiknya simak penjelasan lengkap dibawah ini.

1. Tentang Sebuah Rezeki yang Sudah Dijamin

Pasti ada beberapa orang yang merasa heran tentang anak yatim piatu, sudah ditinggal oleh Ibu dan Bapaknya dari kecil namun dapat bertahan hidup, atau bahkan hingga ia tumbuh besar serta membangun keluarga sendiri dan memiliki anak.

Panti Asuhan merupakan salah satu dari banyak bukti bahwasannya Allah telah menjamin sebuah rezeki kepada seorang anak yatim piatu lewat media perantara dengan menitipkan melalui orang lain.

Seperti contoh hewan laba-laba yang dapat bertahan hidup yang dimana laba-laba tersebut hanya bertumpu pada jaring yang ia buat agar hewan lain masuk perangkapnya.

2. Rezeki yang Diraih Karena Berusaha

Allah berfirman melalui surat (Qs. an-Najm ayat 39). Lewat ayat tersebut, Allah menegaskan bahwasannya, Apabila seorang manusia mengingikan sebuah rezeki, sebaiknya bekerjalah dan berusaha sekuat hati, lakukan dengan ikhlas serta awali segala kegiatan dengan memasang niat untuk Allah.

Penjelasan dari Wahbah az-Zuhaili bahwa ayat tersebut mengandung maksud tentang penjelasan amal salah serta ganjaran dari tiap bentuk amalan yang sudah dilakukan hamba-nya. Pahala untuk amal shaleh dan sebaliknya hukuman untuk amal buruk. 

3. Datangnya Rezeki Karena Rasa Syukur

Datangnya sebuah rezeki karena timbulnya rasa syukur dalam diri “Sesungguhnya bagi kamu yang bersyukur kami pastikan akan memberi banyak kenikmatan untuknya.”(Qs. Ibrahim ayat 7).

Mungkin ada sebagian orang yang tidak begitu percaya tentang tindakan bersyukur atau memiliki rasa syukur bisa melipatkan rezeki seseorang. 

Kalimat tegas dari ulamaan yang cukup terkenal yakni Wahbah az-Zuhaili, ia menegaskan tentang ayat tersebut bahwa isinya menjelaskan syukur merupakan salah satu penyebab bertambahnya rezeki atau nikmat bagi hamba-Nya, dan tindakan kufur adalah penyebab utama berkurangnya sebuah rezeki dan nikmat yang didapat.

Rasa syukur merupakan ungkapan dari segala nikmat sekaligus turut memuliakan si pemberi nikmat atas semua hal yang didapat maupun hal yang belum sempat diraih. Seperti contoh, ibarat kamu telah bekerja dengan keras kemudian mendapatkan upah namun upah tersebut tidak cukup banyak, dengan kamu bersyukur, secara tidak langsung akan turut menambah berkah serta manfaat untuk kehidupanmu.

4. Rezeki Muncul Tidak Terduga

Allah berfirman “Bagi siapa saja yang melakukan takwa ke Allah SWT niscaya orang tersebut akan diberikan petunjuk serta di berikan banyak rezeki melalui arah yang tak terduga.” (Qs. at-Thalaq: 2-3).

Maksud dari ayat diatasi yaitu, barang siapa yang melakukan takwa terhadap Allah SWT, tentang semua hal yang di perintahkan, menjauhkan larangannya, menjungjung tinggi segala dan batasan yang sudah Allah tetakan, niscaya allah segera memberi kemudahan dari segala bermasalah yang ada pada kehidupanmu, serta memberikan rezeki melalui arah yang tidak kamu duga.

Hal tersebut menjadi sebuah dalil mengenai ketakwaan merupakan jalan menuju keselamatan dan macam kebutuhan, kesedihan, kesusahan, kesulitan, situasi kritis, himpitan, kesempitan, ukhrawi, dunia hingga ketika sudah mati. Tidak hanya itu, ketakwaan juga merupakan penyebab datangnya rezeki halal dan luas yang tentunya tidak bisa kamu prediksi.

5. Datangnya Rezeki Karena Istighfar

Allah SWT pernah berfirman dalam Qs. Nuh: 10-11, “Bagimu Beristighfarlah kepada Allah, Sesungguhnya Allah SWT memiliki jiwa pengampun, Allah akan memberimu kenikmatan berupa turunnya hujan serta menambahkan nikmat dalam bentuk apapun.”

Asbabun Nuzul ayat tersebut ketika Nabi Nuh meminta kepada Allah supaya diturunkan hujat deras karena sudah lama kemarau. Ayat tersebut juga menunjukkan bahwa melakukan istighfar akan menyebabkan meningkatnya keberkahan serta pertumbuhan.

Selain itu ayat ini menjadi dalil bahwasannya istighfar merupakan salah satu terjadinya hujan dan datangnya sebuah rezeki. Maka dari itu, sebagaimana ayat tersebut, menunjukkan jika beriman kepada Allah merupakan pemberian seluruh nikmat bagi mereka baik untuk kekayaan dunia dan juga kenikmatan akhirat.