Destinasi Wisata Kuliner Legendaris di Yogyakarta yang Paling Hits dan Murah Meriah

Yogyakarta bukan sekadar kota budaya dengan candi dan keraton yang megah. Bagi para pelancong, kota ini adalah surga rasa yang menawarkan kenikmatan kuliner tanpa harus menguras kantong. Menjelajahi sudut-sudut Jogja akan membawa Anda pada deretan warung makan legendaris yang sudah bertahan puluhan tahun namun tetap menjadi primadona hingga saat ini. Keunikan bumbu tradisional dan atmosfer kota yang hangat membuat setiap suapan terasa begitu berkesan.

Gudeg Yu Djum yang Melegenda

Berbicara tentang Jogja tentu tidak lengkap tanpa menyebut Gudeg. Salah satu destinasi yang paling hits dan tetap menjaga cita rasa autentiknya adalah Gudeg Yu Djum. Keunikan dari kuliner ini terletak pada cara memasaknya yang masih menggunakan kayu bakar, memberikan aroma khas yang meresap hingga ke dalam nangka muda. Meskipun sudah sangat terkenal, harga satu porsi gudeg di sini tetap tergolong ramah di kantong wisatawan, terutama jika Anda mengunjungi pusatnya di kawasan Wijilan. Perpaduan rasa manis dari gudeg, gurih dari areh, dan pedas dari krecek menciptakan simfoni rasa yang tak terlupakan.

Angkringan Lik Man dan Kopi Joss

Jika Anda mencari pengalaman makan yang sangat murah meriah namun tetap ikonik, Angkringan Lik Man adalah jawabannya. Terletak di dekat Stasiun Tugu, tempat ini menjadi titik kumpul favorit anak muda hingga orang tua. Menu andalannya adalah Kopi Joss, yaitu kopi hitam yang dicelupkan arang membara ke dalamnya. Selain unik, arang tersebut dipercaya dapat menetralisir kafein. Sambil menikmati kopi, Anda bisa menyantap nasi kucing dengan berbagai macam sate-satean yang harganya hanya beberapa ribu rupiah saja. Suasana lesehan di pinggir jalan inilah yang memberikan identitas asli liburan di Yogyakarta.

Mi Nyemek Bu Siti yang Menggugah Selera

Bagi pecinta mi, Mi Nyemek Bu Siti menjadi destinasi yang wajib masuk dalam daftar kunjungan. Kuliner ini mendadak hits di media sosial karena cara penyajiannya yang unik menggunakan mi instan namun diolah kembali dengan bumbu rahasia dan tambahan sayuran segar serta telur. Dinamakan “nyemek” karena kuahnya yang kental dan sedikit, menciptakan rasa gurih yang pekat. Meskipun antreannya seringkali mengular, harga yang dipatok sangat terjangkau, menjadikannya pilihan kuliner malam yang sempurna saat perut mulai lapar di tengah udara Jogja yang sejuk.

Es Dawet Mbah Hari di Pasar Beringharjo

Setelah puas menyantap makanan berat, saatnya menyegarkan tenggorokan dengan Es Dawet Mbah Hari yang berlokasi di dalam Pasar Beringharjo. Kuliner legendaris ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan tetap setia dengan resep tradisionalnya. Isian dawet yang lembut, siraman santan segar, dan manisnya gula jawa asli memberikan kesegaran instan di tengah teriknya matahari. Menikmati semangkuk es dawet sambil berinteraksi dengan ramahnya pedagang pasar adalah bentuk kemewahan yang sederhana dan sangat ekonomis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *